TUGAS SOFTSKILL
KISAH UNTUK DIJADIKAN PELAJARAN DALAM KEHIDUPAN
Kisah
ini menceritakan tentang salah seorang teman dekat saya sewaktu SMA, Sebut saja
dia M pertemanan kami berawal saat kami duduk dibangku SMA awal saya mengenal
dia, dia orang yang sangat baik, lucu, dan menyenangkan. Kami sekelas sewaktu
kelas 1 SMA setelah kelas 2 dan 3 saya sudah tidak sekelas lagi dengan dia dan
saya mendengar beberapa gosip buruk tentang dia yang berkencan dengan OM”
(seorang yang jauh lebih tua darinya) disebuah Hotel, entah gosip ini benar
atau tidak pada saat itu saya hanya berfikir ini hanyalah sebuah gosip ejekan
karena dia memang orang yang lucu sehingga sering menjadi bahan ejekan
teman-teman saya. Tibalah dimana saya lulus dari SMA, selang 6 bulan setelah
kelulusan tiba-tiba dia menghubungi saya dan meminta untuk bertemu saya.
Tentu
saja saya hanya berfikir kalu dia kangen dan ingin bertukar cerita, akan tetapi
saat kami bertemu dia memeluk saya dengan bercucuran air mata, saya kaget dan
bertanya “kamu kenapa M ?” dia masih terus saja menangis saya langsung mencari
tempat untuk mengobrol lalu ia mengatakan bahwa ia hamil, tentu saja saya kaget
dan bertanya-tanya, akhirnya saya berfikir untuk membawa dia menginap dirumah
saya agar bisa bercerita dengan nyaman. Setelah sampainya dirumah dan bersiap
siap tidur seketika dia bercerita bahwa dia hamil dan tidak mengetahui siapa
bapak dari anak tersebut saat itu saya hanya terdiam dan tidak tahu harus
berbuat apa, lalu saya bertanya “apakah orang tua kamu mengetahuinya?” dia
menjawab “Tidak”.
Saya
bertanya-tanya, memarahi, menasehati sampai saya menangis dan diapun bingung
harus berbuat apa usia kandungannya saat itu sekitar 4 bulan, saya terus
berfikir cara terbaik apa yg harus saya lakukan sebagai seorang teman, saat dia
tertidur saya menemui orang tua saya dan menceritakan masalah si M kepada orang
tua saya, lalu orang tua saya memberikan saran bahwa orang tua si M harus
mengetahuinya karena mereka memiliki tanggung jawab kepada anaknya, akhirnya
saya menelpone orang tua siM secara diam-diam dan menceritakan kepada orang
tuannya, saat saya melaporkan kepada orang tuanya ibunya sangat marah dan
meminta si M pulang malam itu juga saya mencoba menenangkan den berjanji si M
akan pulang besok pagi.
Keesokan
harinya si M bangun dan ibunya terus menelpon untuk memintanya segera pulang
kerumah akhirnya si M pulang kerumah dengan sangat bingung karena dia belum
mengetahui bahwa saya telah menceritakan kepada orang tuanya. Beberapa jam
setelah dia sampai dirumah dia langsung menelpone saya dalam nada bicara marah
dan menangis dia mengatakan “gara gara lo ngadu keorang tua gw , gw harus
melakukan aborsi” seketika saya kaget, bingung dan menangis saya berusaha
menghubungi orang tua si M dan orang tuanya mengatakan “ini urusan saya dan
keluarga saya, kamu tidak perlu ikut campur” selama 3 bulan teman saya tidak
ada kabar begitupun dengan nomer orang tuanya yang sudah tidak bisa lagi
dihubungi.
Setelah
3 bulan tiba-tiba si M menghubungi saya dan mengatakan bahwa dia ingin bertemu
saya, lalu kami bertemu dia menceritakan proses aborsi yang dia jalani selama 1
minggu saya hanya bisa menangis mendengarnya dan meminta maaf lalu dia memeluk saya dan berkata “kamu ga
salah ma, aku yang salah dan harus minta maaf karna harus memaki dan berkata
kata kasar padahal kamu melakukanya untuk kebaikan ku, kalau aku berada
diposisimu mungkin aku akan melakukan tindakan yang sama, terima kasih untuk
segalanya maaf aku hanya bisa terus merepotkanmu” setelah itu kami tidak pernah
bertemu lagi sampai saat ini.
Ini
adalah salah satu kisah dari beberapa kisah yang saya miliki dikehidupan saya
masih ada beberapa kisah yang menurut saya bisa dijadikan sebagai pelajan
dihidup saya seperti
Ø Kakak
Tiri dari teman saya (anak perempuan dari mama teman saya dari suami sebelum
menikah dengan bapak teman saya) yang seorang pecandu Narkotika.
Ø Teman
sewaktu kecil saya yang sekarang telah melakukan 3 kali aborsi.
Ø Teman
saya yang suka melakukan seks bebas dan sekarang menikah siri dengan seorang
yang lebih tua dengan perbedaan umur 27 tahun.
Ø Teman
saya yang hamil diluar nikah, menikah diusia 14 tahun dan karena pertentangan
keluarga anaknya dibunuh oleh mertuanya saat menginjak usia 2 bulan.
Allah
memberikan berbagai contoh yang dapat saya jadikan pelajaran dikehidupan saya
untuk berhati hati dalam bertindak, Alhamdulilah saya masih dilindungi walaupun
beberap orang-orang disekitar saya yang mencoba mengajak hal hal yang dilarang
oleh Allah. Alhamdulilah puji syukur semoga keimanan saya lebih dikuatkan dan
tetap bisa membantu dan memberikan sedikit masukan positif kepada orang-orang
yang berada dijalan yang salah.SESUNGGUHNYA MANUSIA TAK AKAN LUPUT DARI DOSA
Komentar
Posting Komentar