MEMBAHAS KASUS YANG ADA DIDALAM LITERATURE ATAU DARI MEDIA LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN MATERI
Kasus
: Bisnis dengan Afrika Selatan yang Rasistis
Setelah
kita mempelajari dua pandangan tentang peranan etika dalam bisnis internasional
ini, perlu kita simpulkan bahwa tidak satu pun di antaranya bisa dipertahankan.
Dalam pandangan “menyesuaikan diri” dapat kita hargai perhatian untuk peranan
situasi. Situasi yang berbeda-beda memang mempengaruhi kualitas etis suatu
perbuatan, tetapi tidak sampai menyingkirkan sifat umum dari norma-norma moral,
seperti dipikirkan pandangan pertama ini. Pandangan kedua, rigorisme moral,
terlalu ekstrem dalam menolak pengaruh situasi, sedangkan mereka benar dengan
pendapat bahwa kita tidak meninggalkan norma-norma moral di rumah, biola kita
berangkat bebisnis ke luar negeri. Norma-norma moral mempunyai sifat universal.
Dalam
etika jarang prinsip-prinsip moral bias diterapkan dengan mutlak, karena
kondisi konkret sering kali sangat kompleks. Hal ini dapat diilustrasikan pada
bisnis internasional dengan Afrika Selatan yang mempunyai sistem politik
didasarkan pada diskriminasi ras (Apartheid) bahkan sistem Apartheid ini
didasarkan atas Undang-undang Afrika Selatan sejak 1948. Kebijakan Apartheid
Afrika Selatan menimbulkan kesulitan moral untuk perusahaan asing yang
mengadakan bisnis di Afrika Selatan karena mereka wajib mengikuti sistem
Apartheid. Dalam mencari jalan keluar dari dilema ini banyak perusahaan Barat
memegang pada The Sullivan Principles yang dirumuskan dan dipraktekkan oleh
Leon Sullivan. Prinsip-prinsip Sullivan :
a. Leon
Sullivan sebagai General Motors tidak akan menerapkan undang-undang Apartheid.
b.Menghapus
undang-undang Apartheid.
Masalah
Korupsi dalam taraf Internasional
Korupsi
dalam bisnis tentu tidak hanya terjadi pada taraf internasional, namun
perhatian yang diberikan kepada masalah korupsi dalam literatur etika bisnis
terutama diarahkan kepada konteks internasional.
Skandal
Suap Leockheed
Lockheed
adalah produsen pesawat terbang Amerika Serikat yang melakukan suap ke berbagai
Negara dengan tujuan agar produknya dapat di pasarkan, lalu terbulaka kasus ini
dan dimuat diberbagai media massa yang menimbulkan reaksi cukub hebat.
Lockheed
merasa keberatan dengan Undang-undang anti suap di Amerika. Terdapat dua
keberatan yang sering ditemukan yaitu :
1.
Undang-undang ini mempraktekkan semacam imprealisme etis.
2.
Undang-undang ini merugikan bisnis Amerika, karena melemahkan daya saingnya.
Mengapa
pemakaian uang suap bertentangan dengan etika?
Ada
beberapa alasan mengapa mengetahui pemakaian uang suap bertentangn dengan
etika.
1.
Bahwa praktek suap itu melanggar etika pasar. Denagan adanya praktek suap,daya
– daya pasar dilumpuhkan dan para pesaing yang sedikit pun dapat mempengaruhi
proses penjualan.
2. Bahwa
orang yang tidak berhak, mendapat imbalan juga.
3.
Banyak kasus lain di mana uang suap diberikan dalam keadaan kelangkaan.
Pembagian barang langka dengan menempuh praktek suap mengakibatkan bahwa barang
itu diterima oleh orang yng tidak berhak menerimanya, sedangkan orang lain yang
berhak tidak kebagian.
4.
Bahwa praktek suap mengundang untuk melakukan perbuatan tidak etis dan ilegal
lainnya. Baik perusahaan yang memberi uang suap maupun orang atau instansi yang
menerimanya tidak bisa membukukkan uang suap itu seperti mestinya.
Internasionalisasi
bisnis yang semakin mencolok sekarang ini menampilkan juga aspek etis yang
baru. Tidak mengherankan jika terutama tahun-tahun terakhir ini diberi
perhatian khusus kepada aspek-aspek etis dalam bisnis internasional. Dalam bab
ini kita akan membahas beberapa masalah moral yang khusus berkaitan dengan
bisnis pada taraf internasional.
sumber :
Komentar
Posting Komentar